Jl. Permata Kasih VI Blok C12 No. 1 Taman Permata - Tangerang 15810
Telp. (021) 55657370; Fax. : (021) 55657371
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Suatu hari seorang bapak
membawa dua orang anaknya ke pantai. Begitu tiba di pantai, ia
memerintahkan kedua anaknya untuk melepaskan pakaian mereka. Ia mengajak mereka
untuk mencebur ke dalam laut. Itulah saatnya mereka menikmati hidup. Menikmati
indahnya berenang. Awalnya kedua anaknya itu bingung. Mereka tidak
begitu percaya kalau ayah mereka mengajak mereka berenang. Soalnya, baru kali itulah
mereka berenang bersama ayah mereka di laut. Namun akhirnya mereka dapat
menikmati indahnya berenang di sore hari. Mereka sungguh-sungguh merasakan
kedamaian dan ketenteraman. Mereka menyatukan diri mereka dengan alam yang
indah itu.
Sambil berenang, salah seorang anaknya berkata
kepada ayahnya, “Ayah, hidup seperti ini begitu menyenangkan. Selama ini ayah
kurang peduli terhadap kami. Ayah terlalu sibuk bekerja. Seolah-olah kami ini
hanyalah tambahan dalam hidup ayah.” Ayahnya kaget mendengar kata-kata anaknya. Baru
kali itu keluhan seperti itu ia dengar. Selama ini, ia merasa bahwa
anak-anaknya hidup bahagia. Mereka memiliki segala yang mereka butuhkan untuk
hidup mereka. Mereka tidak mengalami kekurangan dalam hidup ini. Setelah tertegun beberapa saat, ayah itu berkata,
“Anakku, ayah membawa kalian berdua ke pantai ini sebagai ungkapan kasih ayah. Ayah tahu kalian
merindukan itu.” Anak itu tersenyum. Hari itu, ia menemukan damai
dan sukacita. Kerinduannya terpenuhi. Ternyata ayahnya tetap peduli
terhadapnya. Ayahnya tetap mengasihinya. Setiap
orang membutuhkan kasih sayang dari orang-orang yang terdekat. Kasih sayang itu
tidak bisa digantikan oleh apa pun termasuk harta kekayaan yang banyak. Harta
kekayaan yang banyak tidak mampu membeli kasih. Kasih itu menjadi sesuatu yang
istimewa, sesuatu yang unik yang dimiliki oleh manusia.
Karena itu, orang yang hidup tanpa kasih akan
mengalami derita dalam hidup ini. orang seperti ini tidak mengalami sukacita
dan damai. Orang seperti ini sangat membutuhkan kasih sayang dalam hidupnya.
Orang seperti ini mesti mencari dan menemukan kasih yang sesungguhnya dalam
hidup ini. Kalau ia sudah menemukannya, ia akan mengalami sukacita dan damai
dalam hidupnya.
Tetapi banyak orang sering kehilangan kasih dalam
hidup mereka. Mereka kemudian hidup merana. Tidak ada tujuan hidup yang pasti.
Tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi hidup ini. Sebagai orang beriman, kasih kita bersumber dari
Tuhan. Tuhan yang telah menciptakan kita mempersenjatai kita dengan kasih.
Dengan demikian, kita akan mengalami sukacita dan damai dalam kasih itu. Mari kita mencari dan
menemukan kasih kita dalam diri Tuhan dan membagikan kasih itu kepada orang
lain. Di rumahmu di tengah keluargamu, ada banyak tatapan mengharapkan kasih
dan perhatian darimu. Kehadiranmu berharga bagi keluargamu. Tuhan memberkati.
**