Jl. Permata Kasih VI Blok C12 No. 1 Taman Permata - Tangerang 15810
Telp. (021) 55657370; Fax. : (021) 55657371
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Mengapa kita makan dan minum Tubuh dan Darah Tuhan Yesus
Written by Administrator
Saturday, 05 June 2010
Mengapa kita makan dan minum Tubuh dan Darah Tuhan Yesus ?
Pertanyaan tersebut diajukan oleh seseorang dalam suatu situs rohani di
internet . Demikian jawaban singkatnya :
Kita memakan Tubuh
dan Darah Kristus karena Tuhan Yesus sendiri memerintahkannya kepada kita,
melalui para rasul-Nya. Tepatnya demikianlah perkataan Yesus,
“Akulahroti hidupyang telah turun dari sorga. Jikalau
seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang
Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia……Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya,
kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia
mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.Sebab
daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia
tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.Sama seperti Bapa yang hidup mengutus
Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan
hidup oleh Aku.Inilah roti yang telah turun dari sorga,
bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati.
Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yoh 6:51-58)
Maka, sama seperti dalam
kehidupan jasmani kita perlu makan supaya kita tetap hidup, demikian kita perlu
makanan rohani yaitu Yesus sendiri, supaya kita dapat memperoleh hidup yang
kekal. St. Thomas Aquinas sangat terkenal dalam mengajarkan semboyan, “grace
perfects nature” yaitu bahwa rahmat Allah menyempurnakan kodrat
manusia, maka kita kenal juga bahwa dalam kehidupan spiritual, terdapat juga
proses yang serupa dengan kehidupan kodrati, yaitu: Kelahiran rohani dengan
Pembaptisan,Kedewasaan rohani dengan Penguatan, Makanan rohani
dengan Ekaristi, Penyembuhan rohani [dan jasmani] dengan Pengakuan dosa
dan Pengurapan orang sakit/ Perminyakan, Perkawinan dan Tahbisan untuk memaknai
panggilan hidup.
Berikut ini adalah beberapa hal penting yang disampaikan Yesus
berkenaan dengan apa maksud-Nya Ia memerintahkan kita agar makan dan minum
Tubuh dan Darah-Nya:
1. Yesus sendiri lahir di kota
Betlehem, yang artinya adalah “Rumah Roti” sejalan dengan identitas Diri-Nya
sebagai “Roti Hidup” (Yoh 6:51). Maka pemberian roti manna kepada orang Israel di PL
diperbaharui dalam PB, dengan Roti Hidup, yaitu Ekaristi. Pada PL, roti manna
diberikan oleh Allah untuk menuntun bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian
(Kanaan), sedangkan sekarang, Ekaristi diberikan kepada kita umat Katolik,
sebagai bangsa pilihan Allah yang baru, agar kita dapat mencapai Tanah
Perjanjian yang baru yaitu Surga.
2. Yesus sendiri membuat mukjizat pergandaan roti untuk
mempersiapkan umat terhadap pengajaran-Nya tentang Roti Hidup ini, dan mukjizat
pergandaan roti yang memberi makan lima ribu orang ini merupakan salah satu
mukjizat terbesar yang dicatat oleh ke-empat Injil (Mat 14:13-21; Mrk
6:32-44; Luk 9:10-17; Yoh 6: 1-15). Persahabatannya dengan para pengikut-Nya
sering ditandai dengan makan bersama, mislanya kisah Maria, Martha, Lazarus,
bahkan Zakheus.
3. “Roti Hidup” merupakan salah satu pengajaran Yesus yang
terpenting dan tersulit, namun Yesus tetap mengajarkan-Nya meskipun pada saat
ia mengajarkan hal ini banyak pengikut-Nya meninggalkan Dia (Yoh 6:66). Yesus
tidak mengganti ajaran ini dengan ajaran lain yang lebih “mudah”, namun malah
bertanya kepada para Rasul, “Apakah kamu mau pergi juga?” (Yoh 6:67), yang
dijawab Petrus dengan iman bahwa mereka tidak akan berpaling dari Yesus.
4. Sebelum wafat-Nya Yesus berpesan kepada para murid-Nya untuk
melakukan perjamuan ini sebagai peringatan akan Diri-Nya dan karya keselamatan
Allah kepada manusia (Mat 26:20-29; Mrk 14:17-25; Luk 22:14-23; Yoh 13:21-30).
5. Sesudah kebangkitan-Nya, Ia menampakkan diri kepada dua
orang muridnya dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:13-35), dengan menjelaskan isi
Alkitab dan perjamuan Ekaristi. Kedua hal inilah yang terdapat dalam Misa
Kudus, yaitu liturgi Sabda dan liturgi Ekaristi.
6. Ekaristi (“memecah roti dan berdoa”) merupakan cara ibadah para
rasul dan jemaat pertama (lih. Kis 2:42). Rasul Paulus-pun mengajarkan tentang
Ekaristi ini (1 Kor 11: 23-29).
7. Bahwa sudah menjadi maksud Yesus untuk memberikan “Roti Surga”/
“Manna yang baru” kepada umat-Nya, dan dengan demikian kita akan tergabung dalam
persekutuan dengan-Nya, sampai akhirnya kita bersatu dengan sempurna dengan Dia
di surga. Ia berkata, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau
ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk
mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama
dengan Aku.” (Why 3:20).
Demikian sekilas yang dapat saya tuliskan tentang mengapa kita
makan dan minum Tubuh dan Darah Kristus. Kita melakukannya karena Tuhan Yesus
sendiri memerintahkan-Nya kepada kita, dan ini pula-lah yang diterapkan oleh
Gereja sejak awal. Semoga kita semakin menyadari makna Ekaristi yang sangat
dalam ini, dan oleh karena itu mengambil bagian di dalamnya dengan rasa hormat
dan syukur.