Artikel Terbaru
- Berhentilah melukai diri sendiri
- Litani Orang Gak Mau Ngaku Dosa
- Mujizat Ekaristi
- Tuhan Peduli
- Harta Persahabatan
- Mengapa Umat Katholik berdoa kepada Santa Perawan Maria
- It's Time To Be Changed
- PENTAKOSTA : Saat Lahirnya Gereja
- Mengapa kita makan dan minum Tubuh dan Darah Tuhan Yesus
- Kita Butuh Kasih
- Selayang Pandang Bulan September Bulan Kitab Suci Nasional
Agenda Paroki
| Seksi Katekese: Sun, Sep 19th, 2010 Kursus Katekis Pemula |
| Seksi Kerasulan Keluarga: Sat, Sep 25th, 2010 Hari Ulang Tahun Perkawinan |
User Login
| PENTAKOSTA : Saat Lahirnya Gereja |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Friday, 29 May 2009 | |
|
PENTAKOSTA : Saat Lahirnya Gereja Lukas dalam Kis 2:1-13 melukiskan sedemikian rupa peristiwa Pentakosta sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca segala zaman. Kalau kita amati, ternyata tradisi pentakosta sudah ada sejak awal. Pesta ini diadakan sebagai salah satu dari tiga pesta utama agama Yahudi, yakni Paska, Pondok Daun dan Pentakosta. Pentakosta adalah hari kelimapuluh sesudah orang Yahudi meninggalkan Mesir menuju Tanah Terjanji dan di Gunung Sinai mereka menerima Sepuluh Firman Tuhan. Lukas sebenarnya memberi “Warna Baru” pada kisahnya dengan mengungkapkan Yesus yang bangkit dan turunnya Roh Kudus sebagai pemenuhan janji Bapa Sasaran Pencurahan Roh Kudus: Orang bertanya, sebenarnya Roh Kudus pada saat itu turun hanya ke atas 12 murid itu atau juga kepada orang-orang percaya lain yang hadir bersama dengan kelompok 12 tersebut? Pendekatan pertama, para ekseget (= penafsir resmi Kitab Suci) sepakat bahwa dengan mengganti atau melengkapi jumlah keduabelas rasul dalam pengangkatan Matias menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan “orang-orang percaya dan mereka” dalam kisah itu adalah jumlah keduabelas rasul yang merupakan juga wakil dari keduabelas suku Israel. Versi Lukas: Roh Kudus Hadir dalam Bentuk Apa? Kalau kita cermati teks yang berbicara tentang peristiwa pentakosta tersebut, kita mendapati bahwa ternyata Lukas mempunyai kekhasan dalam mengungkapkan bagaimana kehadiran Roh Kudus itu: 1. Kehadiran dan pencurahan Roh Kudus itu disertai dengan “bunyi seperti tiupan angin keras” yang memenuhi seluruh rumah. Jadi jelas bahwa kehadiran Roh Kudus selalu menggerakkan. Artinya Dia merubah atau mempengaruhi.2. Lalu “tampaklah lidah-lidah seperti nyala api” yang bertebaran dan hinggap di atas mereka. Dalam Perjanjian Lama, api
memainkan peran sangat penting. Api menjadi simbol pembaharuan dan pemurnian. Maka api sering dipakai sebagai
3. Dan membuat para Rasul mampu “berbicara dalam bahasa-bahasa lain”. Orang yang berkumpul pun mengetahui Jadi ada perbedaan besar. Maka orang lebih berkesimpulan seperti ini: karunia berbahasa Roh bukan bukti utama kehadiran Roh Kudus dalam diri seseorang; bukti paling utama adalah buah-buah Roh. Sebab dalam diri orang-orang yang mengaku memiliki karunia ini, kadang tak tampak buah-buah Roh itu sendiri. Disadur dari : http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id8.htm |
|
| Last Updated ( Saturday, 22 May 2010 ) |
| < Prev |
|---|



